Penjahat Siluman

8 Aug 2008 Kategori: Artikel, Indonesia

Oleh: Ki Slamet Gundono

UFUK timur baru merekah. Tapi, jalanan di depan kantor pusat CIUM Bargawa (Central Ilmu Hukum Master Romo Bargawa) sudah ramai. Satu-satunya papan pengumuman di kampus yang dikelola Romo Bargawa itu dikerubuti wajah-wajah baru. Semua harap-harap cemas bisa kuliah.

Di ruang khusus, Romo Bargawa sedang menyeleksi tiga calon mahasiswa hasil Penelusuran Mahasiswa Intensif (PMI). Tiga orang itu memang ciamik puoll…. Yaitu, Durna, Karna, dan Abiyasa.

”Elu-elu pade emang jagoan. But, entu kagak cukup. Untuk bisa diterima, ente-ente kudu tunjukkan kasus hukum yang tak tersentuh meja hijau. Tinjauan yuridis gitu deh,” kata sang Profesor Hukum Romo Bargawa. Tiga calon mahasiswa khusus itu hanya diam sambil ting pendelik. ”Bisane diem aja. Udah, sono berangkat! Kalian akan didampingi Pembimbing Akademik masing-masing,” lanjut Romo Bargawa.

***

Karna pun langsung macak back to seventies. Dia pakai helm tahun 70-an plus kacamata goggle. Dia pakai baju lengan panjang kotak-kotak plus celana cutbray dan syal di leher. Cepat, dia starter vespa. Tak sabar, dia dorong Mbilung, pembimbing akademisnya, ke sespan vespa. Dan wusss.. gas dipelintir abis.

Roda depan Vespa terangkat. Tubuh Mbilung nyaris terlempar, untung masik sempat gocekan. Gemeretak mesin kalah keras dengan suara gemeretak gigi Mbilung yang ngeri ketakutan. Vespa dengan bahan bakar avtur melesat mengangkasa.

Radar vespa lalu menangkap sesuatu yang bergerak cepat. Mbilung cepat ngekepi Karna. ”Boss, rudal di belakang! Waduh, bos, gue belum kawin, lho,” teriak Mbilung. Jarak sepuluh sentimeter, vespa direm mendadak. Rudal pun mak sliyutt, meleset ke samping.

Baca selanjutnya »

Ramadhan 1429H

7 Aug 2008 Kategori: Event, Personal

Ramadhan 1429

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu…”

Ramadhan di tahun 2008M sudah hampir datang. Sudahkan kita siap untuk menyambutnya? Sudahkan kita mempunyai rencana untuk meramaikan malam-malam di dalamnya dengan sesuatu yang baik? Sudahkah kita mempersiapkan jiwa kita untuk selalu ingat kepadaNya di saat Ramadhan? Sudah siapkah tarawih tiap malamnya? Siapkan kita sholat dan dzikir khusuk dalam hari-harinya? Yaa Rabb, berikanlah kami kemampuan untuk beribadah dalam bulan suciMu secara baik dan ikhlas…

Jadi teringat masa-masa kecil dulu, biasanya sebelum datang Ramadhan, saya sudah membuat kontrak dengan ayah tentang hadiah apa yang akan diberikan kepadaku jika aku puasa komplit (puasa magrib). Hadiahnya bisa bermacam-macam, dan tiap tahun ada hadiah yang berbeda pula. Uhh, senangnya waktu itu.

Sudah 2 tahun terakhir aku tidak melewatkan puasa bareng dengan keluarga di Juanda. Berarti sudah 2 Idul Fitri aku tidak lakukan sungkem saat hari H Idul Fitri. Biasanya aku pulang kampung saat H+4 atau H+5. Hal ini karena adanya tuntutan dari pekerjaanku saat ini. Tapi tahun ini ada yang berbeda dengan tahun-tahun yang sudah lewat. Sekarang aku sudah punya keluarga sendiri (keluarga baru). Ingin rasanya melaksanakan puasa bareng dengan dia. Tapi……. (yach udah diusahakan dech)

Hubungan jarak jauh

7 Aug 2008 Kategori: Personal

Sudah barang tentu untuk menjalani cinta jarak jauh tidak mudah. Banyak pasangan yang berguguran jika sudah dipisahkan oleh samudra, laut, sungai, gunung, propinsi dan bahkan negara. Tapi tidak menutup kemungkinan hubungan jarak jauh dapat di berikan solusi yang tepat, sehingga tercapai tujuan dari hubungan tersebut. Banyak cara yang dapat mensiasati hubungan jarak jauh (paling tidak udah saya praktekkan kurang lebih 2.5 tahun dan akhirnya menikah juga, Alhamdulillah Yaa Rabb)

Berikut beberapa hal yang kudu diperhatikan (maaf jika tidak semuanya cocok buat anda) :

  1. Jalin terus komunikasi -> dalam hal ini bisa dilakukan dengan saling telpon sampai telinga merah atau bahkan sampai batere HP abis. Untuk mensiasatinya gunakan nomor HP dengan Provider yang sama. Usahakan pemilihan teknologi CDMA saja (karena tarif CDMA lebih murah dari GSM). Jika sudah ngobrol sana kemari dan akhirnya gak ada lagi topik yang dibicarakan, usahakan memberikan sanjungan atau pujian ke pasangan kita (contoh: “Aku hari ini kok kangennn bangettt yach sama kamu? Kenapa yach? Apa karena kamu tinggalkan setengah hati kamu di dadaku, sayang?”) Sedikit nge-gombal dalam hubungan sangat diperlukan, apalagi kalau Jarak-Jauh.
  2. Salin percaya dan sabar -> rasa percaya dan sabar tidak kalah pentingnya dengan menjaga komunikasi. Percaya dan Sabar adalah dasar dari suatu hubungan, tanpa pondasi kedua hal itu, niscaya hubungan tidak akan pernah berhasil. Percayalah bahwa Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik untuk kita jikalau kita bisa melewati godaan rasa Percaya dan Sabar ini (sebaiknya kedua pasangan dapat mengerti hakekat Percaya dan Sabar ini sehingga timbul rasa saling mengerti yang tulus dari pasangan kita)
  3. Tentukan misi hubungan Jarak-Jauh -> tanpa ada tujuan dan misi hubungan yang dibangun, maka percuma saja melakoni semua ini. Jika suatu hubungan sudah ditentukan tujuannya (contoh: menikah, demi masa depan, atau demi keluarga). Jika pasangan kita dapat mengerti tujuan dari hubungan yang dibangun selama ini, niscaya pertengkaran akibat miss understanding dapat diminimalisirkan.

Nah, itu aja kok resepnya. Mudah untuk dibaca, namun butuh kesabaran dan hati ikhlas untuk menjalaninya. Semoga yang digariskan untuk membangun hubungan Jarak-Jauh diberikan jalan yang terbaik buat kalian. Semoga beruntung! :-)

Selamat datang!

Blog PanduPradana | is my Name ™ bercerita tentang sesuatu yang mungkin sudah anda ketahui, namun belum sempat di tuliskan.